
Celaka! Modus Mediasi Perselisihan Rumah Tangga, Pria di Pinrang ini malah Rudapaksa Istri Temannya
KePercekcokan antara suami dan istri dalam berumah tangga adalah sebuah hal yang lumrah, namun ada baiknya untuk bisa menyelesaikan masalah tersebut dengan baik ya gansist.
Karena kalau enggak, ntar malah tambah runyam. Bisa jadi menjadikan perceraian, atau malah salah satu darinya keluar rumah berbulan-bulan lamanya tanpa adanya kejelasan statusnya, sudah bercerai atau masih menyandang sebagai pasangan suami-istri.
Masih jadi suami-istri tapi beda rumah, pun rumahnya berjauhan.
Jika membutuhkan seseorang untuk bisa jadi mediator pun jangan sembarang asal terima saja, efek akibatnya jadi sangat fatal nantinya. Mediator itu harus atas kesepakatan antar 2 orang yang berselisih tersebut, bersikap netral dan yang paling penting adalah dia, mediator tersebut nggak punya kepentingan apapun dari kedua belah pihak.
Semoga kejadian ini bisa dijadikan pelajaran dan peringatan untuk kita semua, terutama yang sudah berumah tangga, ada kalanya memang percekcokan antara suami dan istri itu sampai pada tahap nggak bisa diselesaikan oleh 2 orang yang mengalaminya itu.
Meski harus pakai perantara atau mediator untuk memediasi masalahnya, tapi seharusnya diwajibkan nyari mediator yang bisa dipercaya, meyakinkan dan sudah punya nama di kalangan masyarakat. Bisa pak ustadz, para cendekia atau pemuka agama setempat, pak RT dan pak RW pun bisa.
Kalau teman sendiri, aduh susah kayaknya ya, dianya sendiri pun mungkin punya masalah rumah tangga yang tidak bisa diselesaikan, bagaimana mau menyelesaikan masalah rumah tangga orang lain. Mending kalau cuma kayak gitu, malah mungkin ada maksud lain dari keinginannya untuk memediasi perselisihan rumah tangga tersebut.
Sumber Tulisan dan Gambar: