Apple Bohong? Ternyata Fitur Andalan iPhone 16 Pro Max Gak Ada di iPhone 15 Pro Max!

Apple Bohong? Ternyata Fitur Andalan iPhone 16 Pro Max Gak Ada di iPhone 15 Pro Max!

@applebank_bsd

Perbedaan utama antara iPhone 16 Pro Max dan iPhone 15 Pro Max terletak pada performa, kamera, dan layar. iPhone 16 Pro Max hadir dengan chip A18 Bionic yang lebih kuat dan efisien dibandingkan A17 pada iPhone 15 Pro Max, sehingga menghasilkan kinerja lebih cepat dan daya tahan baterai yang lebih baik.

Kamera iPhone 16 Pro Max juga ditingkatkan dengan sensor yang lebih besar dan fitur fotografi low-light yang lebih canggih, membuat hasil foto lebih tajam dan detail, terutama di kondisi minim cahaya.

Dari segi layar, iPhone 16 Pro Max menawarkan refresh rate yang lebih tinggi, memberikan pengalaman visual yang lebih halus, terutama saat scrolling dan bermain game. Selain itu, desainnya sedikit lebih ramping dengan material titanium yang lebih kokoh dan ringan dibandingkan pendahulunya.

Pembaruan ini menjadikan iPhone 16 Pro Max pilihan tepat bagi pengguna yang mengutamakan performa dan kualitas visual terbaik.

Sumber: Link

Tren dari Milan Fashion Week Fall/Winter 2025

Quote:

Tren dari Milan Fashion Week Fall/Winter 2025
Pekan Mode Milan untuk koleksi siap pakai musim gugur/dingin 2025 memiliki satu benang merah, keglamoran yang khas Italia. Berani dan mewah dengan sinar dan bulu-bulunya. Milan Fashion Week kali ini berlangsung dengan dua nama besarnya Gucci dan Fendi yang menggelar show tanpa kepemimpinan direktur kreatif. Prada menawarkan glamor yang mentah. Ferragamo masih terpana oleh gerakan lincah koreografi tari. Versace tampil besar dan barok*, lengkap dengan kehadiran logam berkilat kuat. Berikut laporan lengkapnya:

Quote:
Quote:
Quote:
Quote:
Quote:

*Barok : gaya seni dan budaya yang berkembang di Eropa pada abad ke-17 hingga ke-18. Gaya ini menggantikan aliran Renaisans.

Sumber : Tulisan pribadi

Junta Myanmar Serang Truk Kiriman Xi Jinping untuk Korban Gempa

Junta Myanmar Serang Truk Kiriman Xi Jinping untuk Korban Gempa

Jakarta, CNBC Indonesia – Pasukan militer junta Myanmar menembaki rombongan konvoi kendaraan dari Pemerintah China yang membawa bantuan darurat pasca gempa, Selasa (1/4/2025). Hal ini terjadi saat Myanmar baru saja mengalami bencana gempa, yang juga terjadi saat negara itu berada dalam perang saudara.

Mengutip Radio Free Asia (RFA), Juru Bicara junta, Zaw Min Tun, mengatakan konvoi 9 kendaraan milik Palang Merah China sedang membawa perbekalan pada hari Selasa di dekat kota Nawnghkio di negara bagian Shan ketika tentara menembaki mereka. Penembakan dilakukan karena ada kesalahpahaman terkait ancaman keamanan. 

“Ada kelompok keamanan di dekat desa Ohmati yang menghalangi konvoi tersebut. Dari jarak 100 meter, kelompok itu menunjuk ke langit dan melepaskan tiga tembakan,” ujarnya. 

Pernyataan juru bicara junta militer itu muncul setelah pasukan anti-junta Tentara Pembebasan Nasional Ta’ang, atau TNLA, melaporkan insiden tersebut. Mereka mengatakan bahwa utusan tersebut akan dikawal ke Mandalay oleh tentara mereka sejak saat itu.

Konvoi tersebut merupakan bagian dari upaya penyelamatan dan bantuan internasional sebagai tanggapan atas gempa bumi dahsyat berkekuatan 7,7 skala Richter yang melanda Myanmar pada hari Jumat, yang telah menewaskan lebih dari 2.800 orang dan menyebabkan 4.600 orang terluka. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus bertambah.

Di sisi lain, Myanmar berada dalam perang saudara sejak junta militer pimpinan Min Aung Hlaing mengkudeta pemerintahan sipil pada Februari 2021. Kudeta itu memicu reaksi publik yang besar, dengan demonstrasi besar-besaran yang menolaknya, yang kemudian dibubarkan secara brutal.

Ini kemudian memicu reaksi keras dari beberapa milisi etnis di Negeri Seribu Pagoda. Mereka mulai melancarkan perlawanan terhadap rezim junta yang dianggap tidak demokratis.

Dengan situasi gempa yang terjadi di tengah perang, TNLA, bersama tiga kelompok sekutu lainnya, termasuk Tentara Arakan, mengumumkan gencatan senjata sepihak untuk memfasilitasi upaya kemanusiaan internasional. Gencatan senjata itu akan berlangsung selama satu bulan, di mana aliansi berjanji untuk menahan diri dari operasi ofensif dan hanya terlibat dalam pembelaan diri jika perlu.

Namun junta menolak usulan ini. Min Aung Hlaing menuduh organisasi etnis bersenjata menggunakan jeda tersebut untuk berkumpul kembali dan melakukan pelatihan militer.

“Tatmadaw (militer) tidak melancarkan serangan apa pun terhadap kamp-kamp kelompok etnis bersenjata tetapi hanya menanggapi ketika diserang,” kata Min Aung Hlaing, merujuk pada militer junta.

“Pemerintah terus membuka pintu untuk bertemu dan berdiskusi dengan semua organisasi etnis bersenjata untuk melakukan upaya perdamaian yang efektif.”

serang 

pantesan aja ada gempa emoticon-Leh Uga

Kayak Ceker Ayam! Kenapa Tulisan Dokter Jelek, Ini 10 Alasannya Gansist

Kayak Ceker Ayam! Kenapa Tulisan Dokter Jelek, Ini 10 Alasannya Gansist

Kayak Ceker Ayam! Kenapa Tulisan Dokter Jelek, Ini 10 Alasannya Gansist

Sejak ribuan tahun yang lalu, tulisan telah ada dan menjadi bagian penting dari peradaban manusia. Sedangkan tentang penemuan tulisan pertama kali terjadi di Mesopotamia, khususnya di Sumer kuno, sekitar tahun 3200 SM.

Hingga saat ini, kemampuan menulis tetap menjadi salah satu faktor utama yang mendorong siswa di sekolah untuk mencapai kecerdasan. Proses pendidikan yang dilakukan oleh guru bertujuan agar para murid dapat menguasai keterampilan menulis, yang kemudian diikuti dengan pengajaran berbagai ilmu pengetahuan lainnya.

Quote:

Kayak Ceker Ayam! Kenapa Tulisan Dokter Jelek, Ini 10 Alasannya Gansist
Namun beda dengan orang yang punya kemampuan menulisnya jelek, bisa bikin orang lain bingung sendiri untuk membacanya dan teman pun meledek dirinya, bahkan orang tua pun sampai nggak seneng dengan tulisannya, menyuruh terus berusaha bisa nulis yang bagus, bahkan sampai-sampainya nyindir dengan omongan “tulisannya seperti tulisan dokter”.

Mungkin kita pernah mendengar gunjingan semacam ini ya gansist, pada masa lalu atau sekarang, dan yang mengherankannya mengapa tuduhan yang mempunyai tulisan jelek adalah dokter, padahal kita tahu bahwa profesi menjadi dokter adalah sesuatu yang tinggi, yang sejak kita kecil pun selalu sering diidam-idamkan “ingin jadi dokter”.

Quote:

Spoiler for :

Itulah sepuluh alasan mengapa tulisan dokter sering dianggap buruk, bahkan ada yang sampai menyebutnya sebagai mirip dengan tulisan ceker ayam. Hal ini tidak terlepas dari kenyataan bahwa dokter memiliki jadwal yang sangat padat. Banyak dari kita yang sudah mengetahui bahwa setelah seorang dokter menyelesaikan pemeriksaan terhadap satu pasien, mereka sering kali harus segera beralih untuk memeriksa pasien berikutnya.

Oleh karena itu, kita seharusnya menghargai dedikasi dan kerja keras para dokter yang terus memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Sejak kecil, banyak pelajar yang menjadikan cita-cita menjadi dokter sebagai impian mereka. Hal ini menunjukkan betapa mulianya profesi dokter di mata masyarakat.

Profesi ini tidak hanya dianggap sebagai pekerjaan, tetapi juga sebagai panggilan untuk membantu orang lain. Dengan segala tantangan yang dihadapi, para dokter tetap berkomitmen untuk memberikan perawatan yang berkualitas, sehingga mereka layak mendapatkan pengakuan dan apresiasi dari kita semua.

Sumber Tulisan dan Gambar:

[url=https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&opi=89978449&url=https://www.klikdokter.com/info-sehat/kesehatan-umum/ini-alasan-kenapa-tulisan-tangan-dokter-susah-dibaca%3Fsrsltid%3DAfmBS E N S O RiL6py_6t82p8TPufB-n7AX0YIbNDodJFzneFA6-JDxph4NQ4&ved=2ahUKEwjsxIqRvrmMAxU-wzgGHYtHMZsQFnoECGUQAQ&usg=AOvVaw3ePKW37mEaT9ilKN5pCLbI]Klikdokter[/url]

Halodoc

6 Alasan Kenapa Anak-anak Sekarang Ogah Main Game PVP 1v1

#AmdarGanteng

6 Alasan Kenapa Anak-anak Sekarang Ogah Main Game PVP 1v1
emoticon-terimakasihemoticon-terimakasih emoticon-terimakasih
Halo agan dan sista,
Ada yang sadar nggak kalau sekarang makin sedikit anak-anak muda yang doyan main game PVP 1v1? Padahal dulu zaman kita kecil, game-game kayak Street Fighter, Tekken, StarCraft, dan FIFA tuh rajanya. Tapi kenapa ya generasi sekarang lebih milih game co-op atau multiplayer team-based kayak Valorant, Apex, atau Mobile Legends? Nah, kali ini gue bakal bahas alasan kenapa anak-anak zaman now kurang minat sama game 1 lawan 1.

Simak yuk!

1. Tekanan Kekalahan Terlalu Tingg

Quote:

2. Belajarnya Lama, Gan!

Quote:

3. Game Kasual Lebih Menarik

Quote:

4. Lebih Fokus ke Kerja Sama Tim

Quote:

5. Kurangnya Cerita yang Menarik

Quote:

6. Komunitasnya Sadis, Gan!

Quote:
6 Alasan Kenapa Anak-anak Sekarang Ogah Main Game PVP 1v1
Jadi, itulah 6 alasan kenapa game PVP 1v1 makin ditinggalkan oleh generasi baru. Lo setuju nggak, gan? Atau malah masih setia main game duel klasik? Share pendapat lo di kolom komentar!
Thanks and see you next thread GanSist.

Which drives business success: experience or technology?

The question of whether experience or technology plays a more significant role in driving business success is a topic that often sparks debate among entrepreneurs and business leaders. As someone who has been involved in various business ventures over the years, I’ve witnessed firsthand how both factors shape the trajectory of a business. In this article, I’ll explore the importance of both experience and technology and argue that the true key to success lies in integrating the two effectively.
The Role of Experience in Business Success
Experience is often regarded as one of the most valuable assets a business owner or leader can possess. After all, it is through years of hands-on involvement that a person learns the intricacies of managing a business, understanding customer needs, and navigating market challenges. Experienced entrepreneurs often have a wealth of knowledge gained through trial and error, which helps them avoid pitfalls and make informed decisions.
One of the primary advantages of experience is the ability to anticipate potential issues and address them before they become problems. Whether it’s managing cash flow, dealing with supply chain disruptions, or building relationships with clients, experienced leaders tend to have a better sense of what works and what doesn’t. This insight often translates into more effective strategies and better long-term planning.
Furthermore, experience can provide a deeper understanding of human behavior. Building strong relationships with employees, suppliers, and customers requires more than just technical knowledge; it requires empathy, negotiation skills, and emotional intelligence, all of which are honed over time through experience.
The Role of Technology in Business Success
While experience is undoubtedly crucial, technology has emerged as a game-changer for businesses across all industries. The rapid pace of technological advancement has made it possible for businesses to achieve efficiencies and capabilities that were once unimaginable. Whether it’s through automation, artificial intelligence, or data analytics, technology has the potential to significantly boost productivity, streamline operations, and enhance customer experiences.
One of the most significant advantages of technology is the ability to scale quickly and efficiently. With the right tools, businesses can expand their operations, reach new markets, and manage larger customer bases without the need to hire a proportional increase in staff. E-commerce platforms, for example, make it easier for businesses to sell their products worldwide, while customer relationship management (CRM) systems like Salesforce or HubSpot help businesses better manage their interactions with customers.
Moreover, technology can also provide valuable insights that help businesses make data-driven decisions. Tools like Google Analytics, for instance, allow businesses to track user behavior on their websites, while social media platforms provide real-time feedback on customer sentiment. With this wealth of data at their fingertips, businesses can make more informed decisions about marketing, product development, and customer service.
The Intersection of Experience and Technology
While both experience and technology are critical to business success, I believe that it is their integration that truly drives results. Technology can provide the tools and systems needed to streamline operations and boost productivity, but it’s the experienced business leader who knows how to implement those tools effectively. Likewise, technology can offer valuable insights and data, but it is experience that allows a business owner to interpret and apply that data in a meaningful way.
For instance, consider the role of customer service in business. Experienced entrepreneurs know that providing excellent customer service is a key differentiator in a competitive market. However, integrating technology such as chatbots, help desk software, and customer service automation can enhance the efficiency of the support team. A business owner with experience in customer service can use these tools to optimize response times, improve customer satisfaction, and reduce operational costs, all while maintaining the personal touch that builds loyalty.
Additionally, technologies like https://payneteasy.com/contacts help businesses manage their payment processing securely and efficiently. However, it’s the business leader’s experience in understanding customer needs and selecting the right payment system that ensures the platform’s effectiveness. While technology can help businesses optimize various processes, it’s the strategic decisions made by experienced leaders that ensure those processes are aligned with business goals.
The True Key to Success
At the end of the day, the question of whether experience or technology drives business success is not an either/or proposition. Both are essential in today’s business landscape. Experience provides the wisdom, judgment, and intuition needed to navigate challenges, build strong relationships, and steer a business toward long-term growth. Technology, on the other hand, provides the tools and systems that allow businesses to scale, optimize processes, and stay competitive in an increasingly digital world.
The most successful businesses are those that find a way to blend the two. Experienced leaders who embrace technology and use it to their advantage are the ones who can take their businesses to new heights. In today’s world, where change is constant and competition is fierce, leveraging both experience and technology is not just an option—it’s a necessity for success.
Conclusion
In conclusion, while experience and technology both play vital roles in driving business success, it’s clear that the real power lies in their combination. Technology offers powerful tools to automate, optimize, and scale, but it is experience that enables business leaders to make the most of those tools. By leveraging both experience and technology, businesses can position themselves for long-term success in an ever-evolving marketplace. Whether it’s using platforms to streamline payments or relying on experience to make strategic decisions, the synergy between the two is what ultimately drives business growth.

Kapal Induk Teranyar AS Bakal Dinamai Elon Musk

Kapal Induk Teranyar AS Bakal Dinamai 'Elon Musk'

Quote:

CNN Indonesia

Anjay!!! Rencana awal ngasih nama USS Enterprise, diubah jadi USS Musk

Makin kocak aja emoticon-Ngakak

Kumpulan Game Mobile yang Dirilis Pada Bulan April 2025, Serba Baru!

#AmdarGanteng

Kumpulan Game Mobile yang Dirilis Pada Bulan April 2025, Serba Baru!
emoticon-Gotta catch 'em all!emoticon-Gotta catch 'em all! emoticon-Gotta catch 'em all!
Halo agan dan sista,
Bulan April ini bakal jadi bulan penuh kejutan buat para gamer mobile! Ada banyak game keren dari berbagai genre yang siap meluncur dan mengguncang dunia gaming. Dari game kasual, RPG, hingga strategi, semuanya ada! Nah, biar nggak penasaran, langsung aja cek daftar lengkapnya di bawah ini.

1. Katamari Damacy Rolling LIVE

Quote:

2. Roller Coaster Tycoon Classic+

Quote:

3. A Space for the Unbound

Quote:

4. Puzzle SEVENTEEN

Quote:

5. Black Beacon

Quote:

6. TinyFarm REMASTERED

Quote:

7. Prince of Persia™: The Lost Crown

Quote:

8. TMNT: Shredder’s Revenge

Quote:

9. SD Gundam G Generation ETERNAL

Quote:

10. Ragnarok: Back to Glory

Quote:

11. Dragon Nest: Rebirth of Legend

Quote:

12. Five Hearts Under One Roof

Quote:

13. Garena® Delta Force

Quote:

14. Wuxia Rising Star

Quote:

15. Once Human

Quote:

16. Darkest Days

Quote:

17. Digimon: Source Code

Quote:

18. Odin: Valhalla Rising

Quote:

19. Tiny Reaper: Reborn

Quote:
Kumpulan Game Mobile yang Dirilis Pada Bulan April 2025, Serba Baru!
Bulan April 2025 ini penuh dengan game-game baru yang siap mengguncang dunia mobile gaming. Dari game nostalgia, strategi, aksi, hingga simulasi, semua ada! Jadi, mana yang paling kamu tunggu-tunggu? Yuk, komen dan diskusiin bareng di bawah!
Thanks and see you next thread GanSist.